Scroll untuk baca artikel
ArtikelBerita

Lima Program untuk Satu Pengabdian Mahasiswa IPB di Desa Ngumpul

715
×

Lima Program untuk Satu Pengabdian Mahasiswa IPB di Desa Ngumpul

Sebarkan artikel ini

Jombang, MediaMedia.id – Apa saja yang dapat dilakukan mahasiswa untuk mendukung kebutuhan masyarakat di desa? Pertanyaan tersebut dijawab mahasiswa KKN-T IPB University melalui lima program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kelima program tersebut mencakup edukasi gizi, literasi keuangan anak, digitalisasi UMKM, pengembangan media informasi desa, serta teknologi pengolahan limbah organik melalui GENZI, LENTERA, CUAN, NADI, dan SAPATANI.

Kelima program dirancang berdasarkan kebutuhan sekaligus potensi yang dimiliki Desa Ngumpul. Pelaksanaannya melibatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak sekolah, keluarga, kader posyandu, pelaku UMKM, hingga kelompok tani dan pemerintah desa.

Melalui kegiatan edukasi, pendampingan, pengembangan media digital, hingga penerapan teknologi tepat guna, mahasiswa KKN-T IPB berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat diterapkan secara langsung dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

GENZI, Edukasi Gizi untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Salah satu kegiatan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan gizi melalui program GENZI (Generasi Sehat Bergizi Tinggi).

Program tersebut diikuti oleh 21 peserta yang terdiri atas ibu hamil, ibu yang memiliki bayi dan balita, kader posyandu, serta bidan desa. Kegiatan dilakukan melalui edukasi mengenai gizi keluarga dan demonstrasi pengolahan ikan lele menjadi nugget sebagai salah satu alternatif penyajian sumber protein hewani bagi anak.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi, tetapi juga memperoleh contoh pengolahan bahan pangan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

LENTERA, Mengenalkan Literasi Keuangan Sejak Dini

Bagaimana dengan edukasi untuk anak-anak?

Melalui program LENTERA (Literasi Edukasi Menabung untuk Anak), mahasiswa KKN-T IPB mengenalkan literasi keuangan kepada siswa sekolah dasar di Desa Ngumpul.

Kegiatan dilaksanakan di MI Darul Ulum, SD Negeri Ngumpul, dan MI Annashiriyah dengan melibatkan 103 siswa kelas 3, 4, dan 5.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memahami pentingnya menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan uang secara bijak. Materi disampaikan melalui kuis, permainan interaktif, dan praktik membuat celengan dari botol bekas.

Pendekatan yang interaktif tersebut diharapkan dapat membuat materi literasi keuangan lebih mudah dipahami sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada para siswa.

CUAN, Mendorong Digitalisasi UMKM Desa

Di sisi lain, kebutuhan pelaku usaha terhadap pemanfaatan teknologi digital menjadi fokus program CUAN (Cermat, Adaptif, Usaha Makin Aman) yang dilaksanakan mahasiswa KKN-T IPB University melalui kolaborasi dengan Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai mitra kegiatan.

Sebanyak 18 pelaku UMKM mengikuti workshop bersama BTN pada 31 Juli 2026. Kegiatan tersebut membahas pembayaran digital, QRIS, pembuatan rekening secara digital, serta strategi pemahaman perbankan digital.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan oleh mahasiswa KKN-T IPB pada 1–6 Agustus 2026 melalui pembuatan QRIS, titik lokasi usaha di Google Maps, serta video company profile bagi beberapa UMKM Desa Ngumpul.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital kepada pelaku usaha agar dapat mendukung aktivitas dan pengembangan usaha mereka.

NADI, Mengembangkan Media Informasi Desa

Tidak hanya mendampingi masyarakat, mahasiswa KKN-T IPB juga mengembangkan media untuk memperkenalkan Desa Ngumpul kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui NADI (Navigasi Data dan Informasi Desa), mahasiswa mengembangkan website profil desa yang memuat informasi mengenai profil desa, struktur pemerintahan, potensi pertanian dan UMKM, serta galeri kegiatan.

Website tersebut menjadi salah satu media digital yang memuat informasi Desa Ngumpul dalam satu platform dan dapat diakses secara daring.

Dengan adanya media informasi tersebut, berbagai informasi mengenai Desa Ngumpul dapat tersaji secara lebih terstruktur sehingga potensi dan kegiatan desa dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

SAPATANI, Teknologi Tepat Guna untuk Pengolahan Limbah

Sementara itu, program SAPATANI (Sapa Petani) berfokus pada pengembangan teknologi tepat guna untuk mendukung pengolahan limbah organik di Desa Ngumpul.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah MAS FERDI, yaitu alat yang mengintegrasikan proses fermentasi dan ekstraksi air lindi dalam satu unit.

Pengembangan alat dilakukan dengan mengacu pada mesin pengolahan yang telah berjalan di Laboratorium Pengendalian dan Pengelolaan Agens Hayati (PPAH) serta melibatkan kebutuhan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Ngumpul.

Pengembangan MAS FERDI juga menjadi bagian dari kolaborasi KKN-T IPB University dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Dukungan kemitraan tersebut turut memperkuat pengembangan teknologi tepat guna melalui program SAPATANI.

Kolaborasi ini mempertemukan kebutuhan masyarakat di lapangan dengan proses perancangan dan pengembangan solusi yang dilakukan mahasiswa.

Lima Program, Satu Tujuan untuk Desa Ngumpul

Dari edukasi gizi hingga pengembangan teknologi pengolahan limbah, kelima program tersebut memiliki fokus yang berbeda, tetapi sama-sama berangkat dari kebutuhan masyarakat Desa Ngumpul.

Mahasiswa KKN-T IPB tidak hanya menyelenggarakan kegiatan edukasi, tetapi juga melakukan pendampingan, mengembangkan media informasi, serta merancang teknologi yang dapat digunakan dalam aktivitas masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan pengabdian masyarakat KKN-T IPB University di Desa Ngumpul.

Melalui GENZI, LENTERA, CUAN, NADI, dan SAPATANI, mahasiswa KKN-T IPB University menghadirkan berbagai bentuk kegiatan yang mencakup aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, informasi desa, hingga pengelolaan lingkungan.

Pelaksanaan program juga melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat, pemerintah desa, BTN, dan PGN. Rangkaian tersebut menunjukkan bagaimana kegiatan KKN-T dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dengan masyarakat dalam mengembangkan potensi serta menjawab kebutuhan yang ada di Desa Ngumpul.(Tim/Red)

 

Editor : Ade

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *