Jombang, Mediamedia.id – Warga RW 10 Dusun Rejoagung timur Desa Rejoagung Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang sangat kecewa dengan kinerja Pemerintahan Desa dan Forkopimcam Ploso. Pasalnya mereka dinilai kurang tegas dan tidak mementingkan keselamatan serta kesehatan masyarakat.
Ini dikarenakan perternakan kambing yang berada di RW 10 Rejoagung sudah jelas mengganggu warga sekitar, baik suara berisik serta bau tak sedap yang diakibatkan dari limbah kotoran kambing, yang sempat memakan korban hingga terkena penyakit ispa.
Dari hasil pertemuan yang dilakukan di balai Desa Rejoagung pada rabu, (08/01/2025) lalu, antara warga RW 10 Rejoagung dengan pihak perternakan yang disaksikan pemerintah desa, Polsek Ploso, Koramil Ploso dan Perwakilan dari Kecamatan Ploso tidak dijalankan
Pihak perternakan sudah berjanji dan tertuang didalam kesepakatan tertulis, bahwa dalam waktu 7 hari akan pindah, tetapi sampai hari ini perternakan tersebut masih berada di kawasan RW 10.

Trios, perwakilan Warga dari RW 10 merasa kecewa terhadap pemerintahan desa dan Forkopimcam yang hingga saat ini belum melakukan tindakan tegas terhadap pemilik kandang kambing yang mengganggu warga.
“Kita warga terdampak sangat kecewa terhadap pemerintah desa dan juga pihak forkopimcam Ploso. Karena kita warga cuma diberi janji2 tanpa tindakan tegas. Padahal sudah ada surat kesepakatan bersama,” katanya Rabu, (29/1/2025).
Trios juga mengungkapkan jika masih belum pindah sesuai kesepakatan yang sudah ditandatangani, warga RW 10 Desa Rejoagung akan melakukan demo lagi.
“Jadi jangan salahkan warga RW 10 kalau belum pindah juga, Jumat kita akan datangi untuk menutup peternakan secara paksa,” tegasnya.
Sementara Aris, Sekretaris Desa Rejoagung, yang menjadi saksi saat mediasi di kantor kelurahan, menjelaskan memang benar warga akan melakukan unjuk rasa lagi.
“Iya benar, tadi saya juga mendapat aduan warga RW 10 akan melakukan unjuk rasa lagi. Monggo datang kekantor balai desa, dan jika warga mau langsung ke kandang, engge silakan, asalkan harus kondusif,” ujar Sekdes kepada awak media.
Sementara Kustanto, pihak pengelola peternakan yang juga ikut mediasi di balai Desa Rejoagung saat dihubungi melalui pesan Whatsap (WA) hingga berita ini dimuat tidak merespon.(Red/Tio)














