Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahanPeristiwa

Warga Rejoagung Geruduk Balai Desa, Tak Tahan Bau Busuk Dari Perternakan Kambing.

229
×

Warga Rejoagung Geruduk Balai Desa, Tak Tahan Bau Busuk Dari Perternakan Kambing.

Sebarkan artikel ini
Warga RW 10 Desa Rejoagung Kecamatan Ploso beramai ramai mendatangi kantor balai Desa Rejoagung guna meminta agar pemerintah desa menutup perternakan kambing yang berada di area RW 10. Kamis (09/01/2025)

Jombang, Mediamedia.id – Warga RW 10 Desa Rejoagung Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang beramai ramai mendatangi kantor balai Desa Rejoagung guna meminta agar pemerintah desa menutup perternakan kambing yang berada di area RW 10 yang sangat merugikan lingkungan dan membuat resah masyarakat dari bau limbah kotoran kambing dan suara kambing tersebut. Serta diduga menyalai aturan terkait perijinannya.

Gerakan warga RW 10 yang dinamai “PASUKAN BERANI VIRAL” yang diketuai Trios juga selaku ketua karang taruna di desa tersebut di lakukan pada rabu pagi (08/01/2025) dibalai pendopo Desa Rejoagung yang ikuti oleh warga kurang lebih ada 30 orang.

Trios koordinator aksi menyampaikan keluhan warga terkait perternakan kambing yang sangat meresahkan di wilayah RW 10 kepada pemerintah desa dan juga sebelumnya telah mengadukannya kekecamatan serta Satpol PP namun belum ada tindakan.

“Saya mewakili warga RW 10 meminta kepada pemerintah desa untuk segera mengambil tindakan terhadap keberadaan perternakan kambing yang sangat meresahkan warga RW 10, dari bau busuk yang disebabkan oleh limbah kotoran kambing dan suara berisik yang sangat mengganggu di saat jam istirahat warga. Bahkan sudah ada anak kami yang menjadi korban akibat bau dari perternakan tersebut sehingga saluran pernafasannya terganggu, ” Kata Trios

Trios juga mempertanyakan perihal surat aduan keberatan yang telah di kirim kedesa, kekecamatan dan Satpol PP, kenapa tidak ada respon.

“Kami ingin bertanya kepemeritah desa kenapa keluhan yang kami sampaikan tidak di perhatikan atau ditindak lanjuti, sehingga kami pun mengirimkan surat aduan tentang keberatan kami dengan keberadaan ternak kambing yang sangat mengganggu lingkungan dan membuat resah, ke kecamatan dan Satpol PP dengan ditanda tangani beberapa perwakilan dari warga, namun lagi dan lagi juga belum ada hasil. Tegasnya

“Kami sudah tidak kuat lagi dengan bau busuk dan suara kambing apalagi tengah malam disaat kami sedang istirahat, sangat mengganggu sekali. Maka dari itu kami menginginkan kandang tersebut ditutu,” Imbuhnya

Kepala Desa Rejoagung Sugeng, merespon baik dan menerima semua keluhan Warga. Ia menekan pihak kandang agar segera mengambil keputusan untuk memenuhi tuntutan warga atau kandang ditutup.

“Terima kasih warga RW 10 yang mau bersabar dan mengutamakan keamanan. Saya pastikan akan menindak lanjuti permasalahan ini, dan kepada pihak kandang, tadi sudah sama sama kita mendengar keluhan yang disampaikan warga terkait bau dan suara kambing tersebut, dengan tegas saya minta harus segera mengambil langkah atau segera tutup jika pihak kandang tidak bisa menyelesaikan masalah yang dikeluhkan warga,” Tegas Sugeng.

Dalam mediasi tersebut Kustanto selaku pengelolah ternak tidak bisa berbuat banyak dalam memberikan keputusan atau jawaban, dikarenakan ia hanya sebatas pekerja.

“Saya mengerti apa yang dikeluhkan warga, namun posisi saya hanya sebatas pengelola ternak sehingga saya tidak bisa berbuat banyak untuk memberikan keputusan. Tetapi saya akan tetap berusaha untuk memenuhi tuntutan warga sebisa yang saya lakukan,” Kata kustanto

Akirnya mediasi tersebut ditutup dengan membuat pernyataan tertulis dengan disetujui bersama bahwa pihak perternakan kambing akan berusaha memenuhi tuntutan warga dalam waktu 1 minggu. (Tio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *