Jombang, Mediamedia.id – Tokoh muda Heri Purnomo asal Desa Tumuwulan Kecamatan Perak Kabupaten Jombang adalah salah satu inspirator Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Santri, namanya mulai melambung karena manuvernya di bidang usaha budidaya lele dengan memanfaatkan pakan ternak alternatif dari limbah telur.
Kegiatan usaha yang digeluti Heri itu juga membantu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Pria yang berusia 46 tahun ini juga sebagai penggerak kelompok ternak lele binaan dikabupaten Jombang.
Perkumpulan ternak tersebut dikenal dengan sebutan PEKAN TARA ” Perkumpulan Petani Ikan Air Tawar Nusantara” Dan sudah berbadan hukum serta mempunyai tatanan administrasi yang baik.
PEKAN TARA yang dinahkodai oleh Heri Purnomo memiliki anggota lebih dari 50 peternak lele, yang tersebar di hampir setiap kecamatan di Kabupaten Jombang.
Heri menjelaskan kepada wartawan, usaha yang digeluti sejak tahun 2018 silam kini mulai bisa dirasakan manfaatnya. Heri mengkakulasi tentang pakan alternatif ikan lele bisa menekan biaya pakan namun hasil tetap maksimal.
“Usaha ini saya awali dari pengolahan pakan alternatif, pakan alternatif itu kita ambil dari limbah hatchery, jadi kita mengambil telur invertil kemudian kita olah untuk menjadi pakan alternatif, ini kita salurkan ke petani-petani (kelompok),” kata Heri Purnomo saat diwawancarai di lokasi kolamnya, Jumat (27/12/2024).
Heri lanjut menjelaskan “Dari ujicoba tentang pakan alternatif di kolam milik teman ternyata hasil yang didapat sangatlah memuaskan. Hal itu yang mendorong untuk membuat kolam sendiri.

Pakan alternatif ternyata tidak kalah hasilnya dari pakan pabrikan hal itu yang mendorong saya untuk bikin kolam sendiri, awalnya kita buat lima kolam, setelah kita evaluasi ternyata hasilnya sangat memuaskan, akhirnya tiap bulan kita nambah kolam, dan Alhamdulillah saat ini saya sudah memiliki lebih dari 170 kolam, ujarnya.
Saat ini kelompok ikan lele yang digagas olehnya bisa panen setiap hari, dengan kapasitas 1 hingga 1,4 ton perhari.
Kolam yang dibuat pun cukup sederhana, hanya menggunakan terpal dan batu kumbung sebagai pembatas sampingnya.
Kolam dengan ketinggian 80 sentimeter dan luas 3 x 7 meter ini mampu dimasuki bibit sebanyak 20.000 ekor, para peternak lele menyebutnya dengan istilah tebar padat.
Lele sudah bisa dipanen berumur 3 bulan namun lantaran kolamnya berjumlah ratusan, mereka sudah bisa memanen setiap hari secara bergantian.
Sekali panen antara 1 sampai 1,4 ton perhari, kolam ukuran 3 x7 meter, ungkap dia.
Bukan hanya dipasarkan di Jombang, lele hasil budidaya kelompok ini juga dikirim ke pasar Sidoarjo, Surabaya hingga Semarang.
Menurut Heri, harga lele cenderung stabil, walau berada pada musim yang tak menentu. Namun yang perlu diantisipasi adalah menjaga stabilitas derajat keasaman atau Ph air. Harganya relatif stabil, perkilo per hari ini Rp 18.500 dari kolam, tandasnya.(Tiono)














