Scroll untuk baca artikel
Berita

Polri Diminta Tegas Atas Ulah Oknum Wartawan Tak Jelas

146
×

Polri Diminta Tegas Atas Ulah Oknum Wartawan Tak Jelas

Sebarkan artikel ini
Foto : Ade.S Maualana Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT).

Surabaya, Mediamedia.id – Baru-baru ini dunia jurnalis dihebohkan dengan adanya seseorang yang mengatasnamakan jurnalis media online Ainul Mukoribin di kota Surabaya untuk kepentingan pribadi. Kali ini, Komunitas Jurnalistik Jawa Timur (KJJT) mendapat pengaduan langsung dari rekan Ainul.

Dalam aksinya, Ainul palsu ini berhasil mengeruk keuntungan pribadi berupa sejumlah uang dari seorang polisi di lingkungan Satlantas Polrestabes Surabaya. Bermodal kartu SIM Card handphone, download aplikasi WhatsApp dan diberi nama korban Ainul Mukoribin.

Kemudian chatting WhatsApp ke beberapa polisi yang dikirimi pesan tersebut, baru terungkap satu polisi yang terlanjur mengirim sejumlah uang. Tak main-main korbannya adalah perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sigit Ekan yang memiliki jabatan di Satpas Colombo Polrestabes Surabaya.

Isi chat tersebut “Maaf menggangu komandan mohon bantuannya komandan untuk tambahan biaya kelahiran istri saya Putri kami nomer 4 di klinik Restu di Rek nya adik saya BRI 65530XXX3598XXX atas nama A D N, semoga Alloh SWT selalu memberikan kesehatan kepada komandan serta semoga Alloh SWT memberikan kemudahan dalam karir komandan kedepannya. Ainul Mukorobin Media Online Obor Rakyat.”

Perwira polisi yang disebut-sebut menjadi korban terkait modus permintaan bantuan biaya persalinan yang mengaku-ngaku wartawan, saat dikonfirmasi pihaknya memilih enggan berkomentar saat dihubungi melalui telepon selulernya.
“No Coment,” ucap singkat perwira itu (02/11/2023).

Menurut KJJT, pernyataan tersebut jika memang benar, menunjukkan arogansi. KJJT kurang puas dengan kebenaran kejadian tersebut dan langsung mendapat tanggapan dari AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., Pejabat tertinggi di SatLantas Colombo yang menjabat sebagai Kasatlantas Polrestabes Surabaya.

“Banyak penipuan berkedok media, kita harus peka dan antisipasi. Maksud baik untuk membantu terkadang disalah gunakan oleh pelaku,” ucap AKBP Arif atas respon hangatnya saat dihubungi komunitas ini (02/11/2023).

Menyikapi kejadian ini, sebagai organisasi pers/perkumpulan wartawan. KJJT mengingatkan banyak pihak baik dari pemerintahan, kepolisian, maupun TNI untuk waspada dan bisa membedakan wartawan yang bekerja sesuai dengan profesinya atau yang hanya mengatasnamakan wartawan.

“Banyak wartawan yang tidak jelas keluar masuk kantor dengan alasan konfirmasi atau istilah mereka biasanya menyebut silaturahmi,” terang Ade.S Maulana Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur, Kamis, 02 November 2023, (red)

 

Editor : Canda

Sumber : BeritaRakyat.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *