Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahan

Komisi D DPRD Jombang Tanggapi DBD Yang Mewabah 

152
×

Komisi D DPRD Jombang Tanggapi DBD Yang Mewabah 

Sebarkan artikel ini

Jombang, Mediamedia.id – Komisi D DPRD Jombang menanggapi terkait DBD yang lagi mewabah. Komisi D DPRD jombang menilai kasus DBD di Kabupaten Jombang masuk kategori status gawat. Hal ini menyusul korban meninggal akibat DBD terus bertambah. Selain itu jumlah kasus DBD terus meningkat.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang M Syarif Hidayatullah mengungkapkan, sejak memasuki bulan Januari hingga Februari 2024 kasus DBD terus meningkat. Bahkan dalam bulan Februari ini saja, tercatat dua kasus DBD dengan penderita meninggal dunia.

“Tentu kami sangat prihatin dengan kondisi terkini terkait kasus DBD di Jombang ya,” katanya saat dikonfirmasi (21/02/2024).

Terlebih lagi kasus penderita DBD yang meninggal dalam satu desa yakni si Desa Betek, Kecamatan Mojoagung. Menurut pria yang akrab dipanggil Gus Sentot ini, data tersebut menunjukkan kondisi kesehatan daerah masuk kategori endemis. Karena virus yang berasal dari gogotan nyamuk Aedes Aegypti tersebut, semakin menunjukkan tren gawat. “Kabar terbaru ada balita yang meninggal,” ungkapnya prihatin.

Menurut Gus Sentot, semua tidak boleh abai dan terlena. Terutama Pemkab Jombang dalam hal ini dinas kesehatan untuk segera melakukan langkah-langkah kongkrit pencegahan. Hal tersebut agar tidak semakin menimbulkan banyak lagi korban DBD yang terus berjatuhan.

”Mohon maaf ini ya dalam hal ini Dinkes Jombang saya melihat tidak ada gerakan bersama Pembasmian Sarang Nyamuk (PSN) yang progresif untuk menangani penyakit DBD yang kian merebak. Diakui atau tidak, Fogging atau pengasapan untuk membunuh jentik nyamuk masih kurang,” paparnya.

Padahal, imbuh Ketua DPC Partai Demokrat Jombang ini, upaya-upaya pencegahan serangan nyamuk Aedes Aigepti sangat penting. Termasuk lebih memaksimalkan kader-kader juru basmi jentik (Jubastik) di masing-masing desa agar lebih intensif terjun door to door ke rumah-rumah warga. ”Sosialisasi dan kembali menggerakkan kader Jubastik lebih intensif di seluruh lingkungan. Karena sekarang musim hujan jadi potensi penyebaran DBD tentunya lebih tinggi,” bebernya.

Terlebih lagi kasus penderita DBD yang meninggal dalam satu desa yakni si Desa Betek, Kecamatan Mojoagung. Menurut pria yang akrab dipanggil Gus Sentot ini, data tersebut menunjukkan kondisi kesehatan daerah masuk kategori endemis. Karena virus yang berasal dari gogotan nyamuk Aedes Aegypti tersebut, semakin menunjukkan tren gawat. “Kabar terbaru ada balita yang meninggal,” ungkapnya prihatin.

Menurut Gus Sentot, semua tidak boleh abai dan terlena. Terutama Pemkab Jombang dalam hal ini dinas kesehatan untuk segera melakukan langkah-langkah kongkrit pencegahan. Hal tersebut agar tidak semakin menimbulkan banyak lagi korban DBD yang terus berjatuhan.

”Mohon maaf ini ya dalam hal ini Dinkes Jombang saya melihat tidak ada gerakan bersama Pembasmian Sarang Nyamuk (PSN) yang progresif untuk menangani penyakit DBD yang kian merebak. Diakui atau tidak, Fogging atau pengasapan untuk membunuh jentik nyamuk masih kurang,” paparnya.

Padahal, imbuh Ketua DPC Partai Demokrat Jombang ini, upaya-upaya pencegahan serangan nyamuk Aedes Aigepti sangat penting. Termasuk lebih memaksimalkan kader-kader juru basmi jentik (Jubastik) di masing-masing desa agar lebih intensif terjun door to door ke rumah-rumah warga. ”Sosialisasi dan kembali menggerakkan kader Jubastik lebih intensif di seluruh lingkungan. Karena sekarang musim hujan jadi potensi penyebaran DBD tentunya lebih tinggi,” bebernya.

Wakil rakyat yang juga ketua MPC Pemuda Pancasila Jombang ini menambahkan, seharusnya semua sudah siap mengantisipasi. Terutama Pemkab Jombang dalam menghadapi kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi seperti saat ini yang membuat kasus DBD berpotensi meningkat. Sehingga, pencegahan dini agar tidak ada lagi korban yang meninggal dunia akibat DBD. (Dit)

Dia mengusulkan pemkab tidak hanya menggerakkan jajaran dinas kesehatan, namun juga relawan dari berbagai organisasi sosial. Hal itu untuk mencegah dan menangani masalah DBD.

Dirinya pun mengimbau masyarakat agar selalu waspada. Mengikuti arahan untuk mencegah serangan nyamuk DBD. Salah satunya dengan membersihkan lingkungan dan lainnya.

”Saya menghimbau pada masyarakat Jombang apabila ada yang mengalami gejala seperti DBD, segeralah.periksa ke dokter baik di puskesmas dan terutama ke rumah sakit. Jangan terlambat, karena bisa fatal akibatnya,” pungkasnya. (Tio)

 

Editor : Canda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *