Jombang, Mediamedia.id – Dhilaal Berkat Rohmat Alloh (DHIBRA) Shiddiqiyyah Pusat kembali lagi membuat senyum orang orang yang kurang mampu dengan memberikan bantuan bedah rumah tidak layak huni dalam rangka mensyukuri nikmat kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ada sebanyak 130 unit Rumah Syukur yang telah selesai dibangun yang tersebar di beberapa daerah di seluruh Indonesia. Dan di Jombang sendiri, ada 10 unit rumah yang tersebar di masing masing DPC yang ada di Kabupaten Jombang.
Salah satunya penerima bantuan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS) yakni Parsiman warga Dusun Guwo Desa Manduro Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang.
Pada Selasa (20/08/2024) Di rumah Parsiman penerima bantuan rumah layak huni tersebut, DPC orshid Kabuh yang diketuai oleh Waseno serta dihadiri beberapa pengurus DPC Orshid Kabuh ikut serta menyaksikan bersama-sama live Penyerahan serentak rumah layak huni yang digelar di Hotel Yusro Jombang.

Terlihat sangat khidmat para tamu yang hadir saat mendengarkan live sambutan dari Ketua Umum Dhilaal Berkat Rohmat Alloh Shiddiqiyyah (DHIBRA), Nyai Hj. Shofwatul Ummah saat menjelaskan, kegiatan yang dilakukan Thoriqoh Shiddiqiyyah ini adalah bentuk untuk mensyukuri nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
“Dalam mensyukuri berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Thoriqoh Shiddiqiyyah membantu membuat rumah layak huni yang diberikan kepada saudara-saudara kita yang belum mempunyai rumah layak huni,” tuturnya.
Masih Ketum DHIBRA menambahkan, pembangunan rumah layak huni pada tahun ini dalam rangka mensyukuri nikmat Bangsa Indonesia yang ke-79, sebanyak 130 unit rumah di berbagai daerah di seluruh Indonesia dengan latar belakang yang berbeda-beda.
“Tidak hanya untuk warga Shiddiqiyyah saja ya. Ada yang beragama selain Islam ya. Ada yang dari Hindu, ada juga yang beragama Kristen. Jadi kita tidak pilih-pilih, mana yang layak dibantu maka kita proses,” terangnya yang terdengar sangat tegas dalam acara tersebut.
Menurut Shofwatul dalam live tersebut, total semua rumah layak huni yang telah dibangun sejak berdirinya organisasi ini, sebanyak 2009 unit rumah yang tersebar di seluruh Indonesia. Kalau dihitung dalam nominal, sudah sekitar Rp 99 miliar lebih yang dikucurkan dalam pembangunan rumah layak huni tersebut.
“Kalau dihitung per unit rumah itu biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 85 juta – Rp 100 juta,” ujarnya.
Shofwatul menegaskan, bahwa kegiatan pembangunan rumah layak huni tersebut akan terus dilakukan. Karena hal ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, bentuk syukur kepada sesama manusia, terutama kepada kepada pendahulu, yakni para pejuang kemerdekaan.
Tegasnya.
Waseno ketua DPC Orshid Kabuh juga sekaligus ketua pelaksana dalam pembangunan rumah layak huni tersebut menjelaskan terkait penyerahan rumah kepada Parsiman.
“Disini saya juga paham dan mengerti bahwa masyarakat utara brantas ini masih memegang teguh adat istiadat tentang perhitungan hari baik khususnya masyarakat manduro ini, maka dari itu kami memberikan hak sepenuhnya untuk tuan rumah mencari hari baik nya, dan kalau boleh usul, masukan dari kami hari ahad/ minggu juga baik,” Jelasnya.
Setelah mengikuti dan mendengarkan penyerahan rumah layak huni secara live yang di gelar di hotel yusro Jombang, acara kemudian ditutup dengan dengan doa yang di pandu oleh wali talkin dari DPC Orshid Kabuh, serta dilanjut acara makan-makan bersama. (tiono)














