Jombang, Mediamedia.id – Dinas Pertanian Kabupaten Jombang melepaskan dua varietas lokal Tembakau andalan untuk mendukung peningkatan penghasilan petani tembakau yang ada di Kabupaten Jombang dua varietas tersebut diantaranya : Varietas Jinten Pakpie dan Manilo, Varietas Jinten Pakpie dua.
Terkait sebaran varietas, di Kabupaten Jombang juga terdapat varietas rejeb tulungagung, beberapa petani mengembangkan varietas ini dikarenakan adanya permintaan pasar.
Dengan dilepasnya dua varietas diatas, harapan kami agar petani tembakau dikabupaten jombang mau mengembangkan budidaya tanaman tembakau dengan menggunakan varietas tembakau lokal. terfokus pada daerah utara Sungai Brantas
Sebaran areal tanaman tembakau ini terfokus pada daerah utara Sungai Brantas meliputi Kecamatan Ploso, Kudu, Plandaan, Ngusikan dan Kabuh dengan pola tanam padi – tembakau. sedikit bahkan jarang yang menanam palawija dikarenakan mindset petani di utara brantas lebih mengutamakan tanam tembakau, maka dari itu ada semboyan jawa red (saklawasenandurmbako.)selamanya nanam tembakau.
Dijelaskan oleh Kepala Dinas pertanian, “Dalam Pengembangan Varietas Unggul Lokal Setelah Dilepas Oleh Menteri Pertanian adalah melakukan pengembangan selama 5 tahun dan Kabupaten Jombang sudah memiliki 2 penangkar benih tembakau yang sudah memiliki surat rekomendasi produsen benih, sehingga Kabupaten Jombang bisa memperbanyak benih tembakau sendiri dengan hasil benih tembakau yang bersertifikasi dan berlabel untuk menunjang peningkatan produksi dan produktivitas,
” Dukungan pemerintah kabupaten jombang dalam meningkatkan kesejahteraan petani tembakau jombang melalui pengganggaran APBD tahun 2023 telah mengalokasikan sarana dan prasarana penunjang budidaya tanaman tembakau seperti ,Motor angkut roda 3 sebanyak 10 unit, Pompa air dan selang sebanyak 20 unit, Pompa air diesel 4 inch sebanyak 14 unit,Traktor roda 2 singkal sebanyak 10 unit, Pupuk NPK Tembakau 25.000 kg, Pupuk KNO3 tembakau 25.000 kg, Mesin Alat Rajang sebanyak 13 Unit, Terpal sebanyak 63 buah, Timbangan duduk sebanyak 23 buah, Widik sebanyak 3000 buah, Pembangunan Jalan Usaha Tani sepanjang 1690m2
Pembangunan Jaringan Irigasi sepanjang 449m2 ,” Jelas M Roni.
Masih seputar tembakau menurut M.Roni,” Selain itu melalui dana DBHCHT tahun 2023, Dinas Pertanian Kab Jombang Fokus dalam peningkatan kapasitas SDM petani tembakau dalam bentuk pelatihan budidaya tembakau sampai dengan pasca panen tembakau,
” Demplot pembenihan tembakau 1 ha, demplot varietas unggul tembakau 1,5 ha, demplot identifikasi pemupukan berimbang tembakau dengan mengunakan vermikompos yang merupakan kerjasama Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN),
“Pengembangan kemitraan tembakau , Festival Perkebunan. Semua sarana budidaya dan pembinaan pelatihan merupakan ikhtiar pemerintah kabupaten jombang dalam rangka meningkatkan produksi tembakau.
“Dalam rangka regenerasi petani tembakau, pada tahun 2023-2024 Dinas Pertanian mengalokasikan kegiatan Agropreneur muda yang dilaksanakan oleh poktan rayung Kecamatan Kudu dimana dalam program agropreneur wajib melibatkan milenial (usia 24 – 39 tahun) dalam berusaha taninya dan wajib menjalin kemitraan (PR Jaleca) dan alhamdulillah tahun ini kabupaten Jombang terpilih menjadi Juara I Agropreneur award se Jawa Timur (mendapat 4 kambing untuk bisa di manfaatkan dalam menunjang usaha tani tembakau),” Tutupnya dengan gamblang.
(Tio)
Editor : Canda














