Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahan

Disperta Jombang Optimis Panen Raya Padi Tahun 2025 Akan Maksimal

369
×

Disperta Jombang Optimis Panen Raya Padi Tahun 2025 Akan Maksimal

Sebarkan artikel ini
Dinas Pertanian Kabupaten Jombang optimis panen raya padi 2025 akan maksimal

Jombang, Mediamedia.id – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten jombang memperkirakan panen raya padi tahun ini akan tetap maksimal. Meskipun dibeberapa tempat ada yang mengalami hambatan karena terserang hama.

Jika dihitung mulai Januari hingga April 2025 , terdapat sekitar 35 ribu hektar tanaman padi yang akan siap panen. Dan diperkirakan sekitar 60 persen atau sekitar 21 ribu hektar tanaman padi telah siap dipanen mulai bulan maret 2025 ini.

Data tersebut merupakan angka yang didapatkan dari Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang. Selanjutnya, berdasarkan informasi dari Disperta Jombang, kondisi tanaman Padi tersebut rata-rata cukup baik. Meskipun ada sejumlah titik yang terserang penyakit Kresek.

Seperti yang disampaikan Moch Rony kepala Dinas Pertanian Jombang, telah mendapat laporan dari beberapa tempat terkait tanaman padi yang cukup baik.

“Saya dapat laporan dari beberapa tempat dan juga kita lihat, pertumbuhan tanaman cukup baik,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang diperoleh kepala dinas tersebut menyatakan, panen raya padi diprediksi masih terhitung akan maksimal. Meskipun di beberapa titik ditemukan ada serangan hama.

“Ada beberapa titik spot kemarin ada sedikit gangguan hama Kresek tapi sudah sukses dikendalikan bersama petani dan stimulan dari kita. Secara umum pertumbuhan cukup baik,” tandas M Rony.

Moch Rony juga menyampaikan, pihaknya melakukan pengawalan dari sisi budidaya hingga masa panen Padi.

“Sehingga upaya-upaya seperti pengendalian hama, kemudian pemilihan bibit dan sebagainya ini kami pastikan cukup baik,” ungkap dia.

Sementara itu, Pemimpin Cabang Bulog Mojokerto, Muhammad Husin mengatakan, pihaknya akan siap menyambut panen raya padi tersebut. Husin juga menyebut akan siap menerima berapa pun padi hasil panen petani.

“Ketika kami sudah mendapatkan datanya (data panen), dan itu bisa dibeli oleh Bulog, kita langsung lakukan pembelian gabahnya,” urainya.

Saat ini, pihak Disperta juga tengah melakukan pemetaan (mapping) dan pembelian gabah petani dengan ketentuan seperti Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah tahun 2025. Rinciannya yakni, Gabah Kering Sawah (GKS) Rp. 6.500 per Kilogram.

“Gabah Kering Sawah (GKS) yang sudah dipanen, sudah bersih, sudah dikemas dalam karung dan siap angkut,” Beber Muhammad Husin.

Pemetaan dan pembelian ini kata Husin, akan terus dilakukan hingga akhir April 2025.”Sampai akhir April (2025), itu target sementara ya di semester inj,” pungkasnya. (Red/Tio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *