Jombang, Mediamedia.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berkerja sama dengan berbagai instansi, seperti : BPBD, Polri, TNI, BASARNAS, Dinas PUPR, PMI, Dinas Sosial, Dishub, Satpol PP, aparat kecamatan, desa, dan warga setempat. Bergerak cepat melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi korban bencana tanah longsor yang melanda Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Pada Kamis (23/01/2025)
Dinas PUPR Jombang mendatangkan sejumlah alat berat, peralatan manual, dan dukungan personil kelokasi longsor. Sempat Cuaca buruk dan ketebalan material longsor memperlambat pencarian korban dan proses evakuasi.
Bencana tanah longsor yang melanda Desa Sambirejo ini, menimbulkan dampak yang sangat signifikan. Selain menelan dua korban jiwa dan dua warga terluka berat, tanah longsor juga menimbulkan beraneka macam sampah yang diakibatkan dari longsor tersebut. Seperti sampah matrial dari bangunan rumah, cor semen, kayu, dan aneka pepohonan. Sehingga lokasi terlihat benar- benar berantakan.
Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi saat ditemui di lokasi longsong pada Jumat (24/01/2025) mengungkapkan, pihaknya telah mengerahkan 5 personil berpengalaman dan 1 Excavator PC 140 sejak hari pertama kejadian longsor. Upaya bantuan alat berat tersebut, terang Bayu, untuk membantu aktifitas evakuasi lintas sektoral.
“Kami sudah di lokasi longsor tak berselang lama setelah kejadian dimintai bantuan oleh BPBD Jombang. Dan hari ini memasuki hari kedua evakuasi. Alhamdulillah bisa membantu menyisihkan material longsor agar Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI-Polri dan Relawan bisa menemukan satu jasad korban anak-anak di bawah timbunan material rumah dan tanah,” papar Bayu.
Bayu menyebut, kolaborasi multi sektor dari berbagai instansi, seperti : BPBD, Polri, TNI, BASARNAS, Dinas PUPR, PMI, Dinas Sosial, Dishub, Satpol PP, aparat kecamatan, Desa, Warga setempat dan relawan menjadi kunci dalam penanganan bencana longsor di Sambirejo Wonosalam ini.
Namun demikian, Bayu mengakui upaya evakuasi pencarian 1 korban yang masih tertimbun di bawah reruntuhan rumah atas nama Ducha Ismail, menemui kesulitan karja karena faktor alam.
“Kondisi kontur tanah yang lembek dan liat di lokasi, sangat menyulitkan kami semua. Adanya genangan air membentuk seperti danau alami serta hujan terus menerus membuat upaya evakuasi tidak mudah dan tentunya sangat membahayakan Tim Gabungan mencari 1 jasad korban yang belum ditemukan,” jelas Bayu.
Atas nama Pemkab Jombang, Bayu memastikan bahwa kebutuhan alat berat dan truk pengangkut material longsor akan selalu dipenuhi Dinas PUPR. Bayu juga menyebut selama proses evakuasi longsor, berbagai upaya terpadu terus dilakukan oleh seluruh pihak untuk meminimalkan dampak bencana dan memberikan bantuan maksimal kepada masyarakat.
Di sisi lain, Bayu menghimbau kepada msyarakat untuk tetap waspada selama musim penghujan ini dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan potensi terjadinya bencana.
“Bencana longsor ini adalah kejadian kedua setelah bencana yang sama pada Januari 2014 lalu. Semoga masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan Anjasmoro selalu waspada dan segera melaporkan pada pihak terkait bila ada tanda-randa rekahan tanah atau tebing. Sehingga bencana serupa tidak lagi terulang dan terutama bisa meminimalisir terjadinya korban jiwa,” pungkas alumnus pasca sarjana ITN Malang Manajemen Konstruksi. (Tiono)














